Thursday, 28 May 2015

Tragedi Tanapuli Tewaskan 17 Siswa, Ini Respon Jokowi

 Truk terguling di Tapanuli Tengah

POJOKSATU.id, TAPTENG – Plt Bupati Tapanuli Tengah  Sukran J Tanjung, langsung melaporkan kecelakaan yang menewaskan 17 siswa di Manduamas, Tapteng, kepada Presiden Jokowi.

Sukran J Tanjung mengaku berada di Minahasa Utara, sedang mengikuti acara Hari Bakti Gotong Royong, yang juga dihadiri Presiden Jokowi.

“Iya benar, saya sudah dapat kabar soal kecelakaan maut itu. Kita sangat berduka atas kejadian itu. Saya sedang berada di Manado,” katanya.

Dia menambahkan, kejadian tersebut sudah dilaporkan langsung kepada Presiden RI yang juga berada di Manado dalam rangka acara Hari Bakti Goytong Royong.

“Saya langsung laporkan sudah kepada Bapak Presiden. Beliau (presiden, red) langsung merespon,” katanya.

Menurut Sukran J Tanjung, setelah hal tersebut dilaporkan, Presiden langsung merespon dan langsung memerintahkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa untuk turun langsung ke lokasi kejadian untuk memberikan bantuan dan mengunjungi keluarga para korban.

Kata Sukran, dia tidak bisa turun langsung karena berada di luar kota. Namun, seluruh pejabatnya yang dipimpin Sekda, sudah turun langsung ke lokasi kejadian. Korban meninggal harus dimakamkan selayaknya. 

Sementara yang masih kritis harus mendapatkan perawatan yang baik.
“Saya pribadi memberikan bantuan Rp20 juta kepada para keluarga korban. 

Sementara, saya dengar ada dua korban harus dibawa ke Nias. Saya sudah perintahkan untuk menyiapkan transportasi sampai ke Nias,” katanya.
(leo)

Keju Baik untuk Kesehatan Jantung, Benarkah?

keju
POJOKSATU.id, JAKARTA – Banyak pihak menilai keju merupakan makanan yang harus dijauhi karena bisa merugikan kesehatan. Padahal, keju sebenarnya bisa memaksimalkan program diet yang sedang dijalani.

The American Journal of Clinical Nutrition mengklaim, keju sebagai salah satu produk olahan susu yang bisa membantu kita mengurangi berat badan. Kini, para peneliti dari Aarhus University, Denmark menemukan, jenis keju brie, camembert, dan roquefort membantu mengurangi jumlah kolesterol berbahaya.

Hal itu bisa berdampak pada penurunan risiko serangan jantung. Keju dikaitkan dengan respon metabolik yang berbeda jika dibandingkan dengan konsumsi susu. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Hal itu berguna untuk mengeksplorasi mekanisme yang tepat yang menghubungkan konsumsi keju, stimulasi bakteri usus dan kolesterol. Hasil penelitian dari Swedia juga menemukan, keju dan yoghurt bisa menjadi kunci untuk mencegah diabetes tipe 2.

“Orang-orang yang mengonsumsi produk olahan susu yang paling tinggi lemak memiliki 23 persen risiko lebih rendah menderita diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi sedikit produk susu,” kata peneliti utama Dr. Ulrika Ericson seperti dilansir laman Daily Mail, Selasa (26/5). (fny/jpnn/zul)

Macintosh Phone, Klasik Namun Tetap Anyar

Macintosh phone 
POJOKSATU.id, JAKARTA – Bagi pecinta barang antik tentu rela merogoh kocek demi barang yang disukai bisa didapatkan. Berapapun nominal yang haruskan dikeluarkan bahkan hingga ratusan jutaanpun seakan tak masalah.

Nah, bagi pecinta barang antik tentunya kurang lengkap jika belum mengoleksi ponsel Macintosh. Terlebih lagi bagi penyuka gawai satu ini, tentunya patut menjajalnya.

Dilansir concept-phones.com, Kamis (28/5), Mancitosh Phone-like ini secara keseluruhan mirip dengan pendahulunya, mulai dari tekstur, tombol dial yang masih berbentuk angka yang diputar, warna, bahkan logonya.

Supaya dibuat mirip dengan pendahulunya, untuk kapasitas penyimpanan perangkat ini juga diperkecil, yakni hanya 512kb. Ini pula yang membuat Mancitosh Phone terbaru ini mirip pendahulunya.

Dengan model agak besar, dilengkapi 2 buah speaker di bagian depan dan belakang yang tampak ketika memencet nomor telepon yang akan dihubungi.

Mirip dengan Macintosh, gawai yang didesain oleh Pierre Cerveau ini memang sedikit lebih mahal dari Mancitosh versi lama.
(cr3/lya)

Tak Digaji Persija, Dua Pemain Ini Ngadu ke FIFA

 Martin Vunk dan Yevgeny Kabayev.

POJOKSATU.id –  Belum juga selesai soal konflik dan beres-beres klub yang tak profesional, ternyata muncul lagi kasus pemain yang jadi korban ketidakprofesionalan manajemen klub. Kali ini korbannya adalah dua pemain asing, Martin Vunk dan Yevgeny Kabayev yang bermain di Persija
Mereka mengaku tak mendapatkan lagi haknya sejak Januari lalu. Melalui Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), Vunk dan Kabayev mengajukan somasi tiga kali pada 15 April, 23 April, dan 14 Mei 2015 kepada manajemen Persija.

“APPI tidak juga mendapat respon ataupun balasan dalam bentuk apapun dari Persija,” bunyi pernyataan APPI melalui general manager-nya, Valentino Simanjuntak.

Banyak gaji Martin Vunk ditunggak karena bukan hanya upah Januari-April, tapi juga uang hadiah saat menjadi MVP dalam pertandingan melawan Gamba Osaka. Selain itu, juga ada uang pengobatan Vunk saat cedera dalam menjalani pertandingan bersama Persija.

Sedangkan Kabayev menagih janji upah dari Januari-April. Mereka pun memilih membawa masalah ini ke Dispute Resolution Chamber (DRC) FIFA, sebuah badan penyelesaian sengketa pemain dan klub.

“Kedua pemain tersebut hanya mendapat gaji 30 persen dari satu bulan gajinya di bulan Januari. Kami sangat menyayangkan itikad tidak baik tersebut dan kedua pemain ini akan mengakhiri kontraknya bersama Persija berdasarkan Regulations on The Status and Transfer of Players FIFA dan juga Jurisprudence DRC FIFA yaitu dengan alasan Just Cause, dan akan membawa kasus ini ke DRC FIFA sebagai jalur penyelesaian sengketanya,” papar Valen. (dkk/jpnn/fat)

Dua Profesor dan Satu Doktor Berebut Kursi Rektor Unair Hari Ini

 BUTUH STRATEGI: Memilih perguruan tinggi gampang-gampang susah. Selain harus memperhatikan jumlah peminat dan daya tampung mahasiswa di perguruan tinggi yang dituju, hendaknya pilihlah prodi yang sesuai dengan jurusan di SMA. Foto Andy Satria/Radar Surabaya/JPNN.com

POJOKSATU.id, SURABAYA – Hari sivitas akademika Unair akan menentukan pemimpin mereka yang akan menjabat selama empat tahun ke depan. Anggota Masyarakat Wali Amanat (MWA) dijadwalkan mengadakan rapat pleno untuk menentukan rektor terpilih periode 2015–2020, pukul 14.00 WIB hari ini, Jumat (29/5).

Jawa Pos melaporkan, tiga kandidat yang lolos sampai tahap ini adalah Prof dr Djoko Santoso PhD SpPD KGH FINASIM (fakultas kedokteran), Prof Dr Moh. Nasih SE MT Ak (fakultas ekonomi dan bisnis), serta Dr Hj Umi Athiyah Apt MS (fakultas farmasi).

Peluang menang para calon bisa dibilang seimbang. Senan masing-masing mereka memiliki kekuatan yang sama besar. Itu jika ditinjau dari pengalaman secara akademis maupun struktur organisasi di Unair.

Saat ini Djoko menjabat wakil dekan II FK (fakultas kedokteran), Nasih menjadi wakil rektor II Unair, dan Umi merupakan dekan fakultas farmasi (FF). Djoko dan Nasih memiliki gelar guru besar, sedangkan Umi bergelar doktor.

Jika ditarik garis besar, tiga calon rektor tersebut memiliki persamaan. Mereka memiliki jabatan dalam bidang manajerial atau keuangan. Yakni, Djoko sebagai wakil dekan II, Nasih wakil rektor II sekaligus mantan direktur keuangan Unair, serta Umi juga merupakan mantan dekan II FF yang bertugas tidak jauh-jauh dari bidang keuangan.

Peluang itulah yang diharapkan rektor saat ini, Prof Dr Fasichul Lisan Apt, bisa memberikan sumbangsih terhadap perkembangan Unair lima tahun ke depan. Fasich memiliki harapan besar kepada seluruh kandidat. Untuk siapa pun yang nantinya terpilih, Fasich menitipkan mandat.

“Banyak PR yang harus dilanjutkan rektor terpilih nanti. Unair harus terus berkembang. Saya rasa ketiganya sama-sama kuat untuk memberikan kontribusi dalam perkembangan Unair,” kata Fasich.

Fasich mengharapkan rektor terpilih mampu memperbaiki sistem keuangan Unair. Terutama dalam penambahan pemasukan sekaligus uang kuliah mahasiswa. “Pemimpin juga punya tanggung jawab besar dalam menjaga likuiditas keuangan Unair. Idealnya, universitas harus punya dana sendiri,’’ ungkapnya.

Berdasar pengamatan saat debat publik pada Senin (25/5), Fasich menyimpulkan bahwa tiga calon rektor tersebut sangat layak menjadi penggantinya. “Mereka pintar dan memahami segala kondisi di dalam maupun luar Unair,” jelas rektor dua periode itu. (Jawa Pos/ril)

Aung San Suu-Kyi Diam Soal Rohingya, Dalai Lama Prihatin

Dalai Lama (Ist)
POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, mendesak Aung San Suu Kyi untuk bertindak membantu melindungi Rohingya. Ribuan Muslim Rohingya telah melarikan diri dengan perahu ke negara-negara tetangga di Asia Tenggara, akibat penganiayaan dan perlakuan diskriminatif oleh mayoritas Buddha di negara itu.

Dalai Lama kecewa, pemimpin oposisi utama Myanmar sekaligus tokoh kemanusiaan, Aung San Suu Kyi, belum angkat bicara untuk menentang penderitaan mereka. Dalai Lama, Pemimpin spiritual Tibet Buddha ini menilai Aung San Suu Kyi harus menyuarakan perlawanannya terhadap penganiayaan Muslim Rohingya.

Ia menambahkan jika dirinya telah mengajukan permintaan sebanyak dua kali sejak 2012, ketika kekerasan sektarian pecah di negara bagian Rakhine Myanmar. Ia meminta Suu Kyi untuk berbuat lebih banyak pada mereka.

“Ini sangat menyedihkan. Dalam kasus Myanmar, saya berharap pemenang Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, bisa melakukan sesuatu,” kata Dalai Lama kepada surat kabar The Australian.

“Saya bertemu dengannya dua kali, pertama di London, kemudian di Republik Ceko. Saya sebutkan tentang masalah ini dan dia bilang dia menemukan beberapa kesulitan. Itu hal yang tidak sederhana, tetapi sangat rumit. Tapi, terlepas dari itu saya merasa dia bisa melakukan sesuatu, ” tambahnya.

Para pengamat menilai sikap diamnya ini berkaitan dengan pemilihan umum yang akan berlangsung November mendatang. (The Australian/ril)

Proyek Kereta Supercepat Jadi Rebutan Jepang-Tiongkok

Shinkansen (Wikipedia)
POJOKSATU.id, JAKARTA – Proyek kereta api supercepat Jakarta–Surabaya kini menjadi rebutan antara investor Jepang dan Tiongkok. Hal itu dipicu karena pesatnya pertumbuhan masyarakat kelas menengah di Indonesia yang mendorong kebutuhan moda transportasi kian tinggi.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan, dalam pertemuannya dengan mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda yang kini menjadi presiden Asosiasi Jepang Indonesia (Japinda), investor Jepang terus menyatakan komitmen untuk membangun proyek prestisius tersebut.

“Tadi bicara investasi dan perdagangan, termasuk (proyek) kereta supercepat,” ujar JK setelah bertemu Fukuda di Kantor Wakil Presiden Kamis (28/5) seperti dilansir Jawa Pos (grup Pojoksatu.id).

Jepang memang menyatakan berminat membangun kereta supercepat sejak 2008. Namun, hingga kini proyek pengembangan kereta api layaknya Shinkansen di Negeri Sakura itu masih masuk tahap studi kelayakan.

Menurut JK, dirinya mengapresiasi komitmen Jepang tersebut. Namun, saat ini pemerintah harus mengkaji ulang seiring masuknya tawaran dari investor Tiongkok yang juga ingin membangun kereta supercepat Jakarta–Surabaya. “Nanti kami kaji mana yang terbaik dari berbagai aspek,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, investor Tiongkok seolah menyalip investor Jepang. Mereka langsung bergerak dengan menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) untuk memulai kajian pembangunan kereta supercepat di sela agenda Indonesia-China Trade Investment and Economic Forum di Beijing, November 2014.

Bagaimana tanggapan Jepang? Menurut Fukuda, kompetisi merupakan hal biasa dalam bisnis apalagi untuk proyek besar semacam kereta supercepat. Karena itu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah Indonesia untuk memilih investor yang dianggap terbaik. “Keputusan ada di tangan pemerintah Indonesia,” ujarnya.

Hingga saat ini, hasil studi kelayakan pengembangan kereta supercepat memang sudah disampaikan. Misalnya, soal skema rute baru. Sebelumnya, jalur yang dipilih adalah Jakarta–Cirebon–Semarang–Surabaya. Namun, rute itu diubah dengan menyertakan Bandung sehingga menjadi Jakarta–Bandung–Cirebon–Semarang–Surabaya.

Rute proyek dengan nilai investasi minimal Rp 60 triliun itu akan dimulai dari Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, hingga Stasiun Pasar Turi, Surabaya. 

Dengan kecepatan kereta maksimal 350 kilometer per jam, total jarak sekitar 750 kilometer itu akan ditempuh dalam waktu 2 jam 30 menit saja. Sebagai gambaran, dengan kereta eksekutif Argo Bromo saat ini, dibutuhkan waktu 9–10 jam untuk menempuh jarak yang sama.

JK mengakui, Jepang sebagai pelopor kereta supercepat memang memiliki reputasi hebat. Namun, Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir juga sukses membangun jaringan kereta supercepat dengan jarak ribuan kilometer. “Kalau dari sisi investasi, China (Tiongkok) bisa lebih murah,” 
ucapnya.

Namun, pemerintah tidak akan serta-merta memilih investor berdasar murah atau mahalnya rencana investasi. Sebab, aspek kualitas akan tetap menjadi pertimbangan utama untuk proyek jangka panjang. “Prinsipnya quality infrastructure,” tegasnya.

Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Deddy Priatna menambahkan, jika pemerintah nanti sudah memutuskan investor yang dipilih, diperlukan waktu 2–3 tahun lagi untuk bisa memulai proyek tersebut.

“Untuk fase awal, dimulai pembangunan rute Jakarta–Bandung dengan waktu tempuh hanya 34 menit,” tandasnya. (owi/c5/end/lya)